Perjuangan Nur Izzuddin Masuk Pelatnas Bulutangkis Malaysia: Jatah Makan Dibagi Empat

Sejatinya, Nur Izzuddin mengaku sempat ingin menyerah untuk jadi pebulutangkis. Sebab, sampai usia 18 tahun, ia belum bisa menembus Pelatnas Bulutangkis Malaysia.
Namun, sang ayah selalu mendorongnya untuk terus mencoba. Izzuddin yang menjadi tumpuan dari tujuh bersaudara, mau tidak mau harus mengikuti permintaan sang ayah.
"Ini semua untuk Bapak saya, dia selalu mendukung walaupun kalah, mungkin dia melihat sesuatu yang ada dalam diri saya," curhat Nur Izzuddin pada Ameer Zainuddin.
"Dia terus meminta saya untuk tetap latihan, padahal kamu tahu sendiri lah bagaimana malasnya saya, diminta jogging tetapi saya lari ke restoran," ujarnya sembari tertawa.
Ketika ada seleksi dari Federasi Bulutangkis Malaysia untuk masuk ke Pelatnas, dengan sedikit terpaksa Izzuddin menuruti ayahnya.
"Sejak sebelum mendaftar pun saya sudah merasa ingin pulang aja, tapi Bapak lagi, dia terus pinta saya, coba saja, ini yang terakhir. Kalau kali ini gagal, kamu boleh kuliah saja."
"Saat saya mendaftar, banyak sekali pemain dari mana-mana, saya melihat kalau seperti ini tidak ada harapan, padahal saya tidak latihan selama 2-3 bulan," kata Izzuddin.
"Saya langsung pergi ke mobil dan bilang, kabur saja, ke teman saya," imbuhnya lagi.
Setelah mengikuti seleksi, Nur Izzuddin bahkan sempat sakit. Ia pun tidak mengikuti perkembangan siapa saja pemain yang lolos seleksi ke Pelatnas Bulutangkis Malaysia.
"Setelah seleksi, saya demam, jadi tinggal di rumah selama dua mingguan, lalu saya lihat surat kabar, nama saya tidak ada (di daftar pemain yang terpilih)," jelas Izzuddin lagi.
- xem bóng đá trực tuyến - 90phut - cakhia - mitom